Senin, 10 Desember 2018
Sabtu, 24 November 2018
Fenomena Listrik Statis
Diskripsi alat:
mesin terbuat dari logam penghantar listrk berada dalam cungkup gelas hampa udara
Prinsip alat:
Pada saat dihidupkan maka elektron akan mengumpul di bola konduksi. Ketika tangan kita menyentuh cungkup gelas, maka terjadi loncatan elektron dari bola konduksi ke tangan kita. Pada saat elektron loncat sambil memancarkan cahaya.
Diskripsi alat:
mesin terbuat dari logam penghantar listrk berada dalam cungkup gelas hampa udara
Prinsip alat:
Pada saat dihidupkan maka elektron akan mengumpul di bola konduksi. Ketika tangan kita menyentuh cungkup gelas, maka terjadi loncatan elektron dari bola konduksi ke tangan kita. Pada saat elektron loncat sambil memancarkan cahaya.
Jumat, 16 November 2018
PjBL-STEM SMA
Pentingkah Kerja Proyek STEM untuk Siswa SMA?
Wahyu Ari Wijaya
Akhir-akhir
ini pembelajaran pendekatan Science,
Technology, Engineering and Mathematics (STEM) banyak
dibicarakan di dunia pendidikan dan banyak yang mengklaim bahwa STEM lebih
cocok diterapkan di SMK dari pada di SMA. Pendapat ini melihat bahwa siswa SMK berorientasi
ke dunia kerja sehingga pembelajarannya mendekatkan materi ke dunia kerja
melalui karya proyek. Sedangkan siswa SMA berorientasi melanjutkan ke jenjang
lebih tinggi maka pembelajarannya diutamakan ke materi teori. Aspek
keterampilan hanya melakukan percobaan untuk membuktikan sejumlah teori yang
dipelajari.
Guna mengkaji STEM di
SMA perlu dilihat tujuan pendidikan di SMA yaitu meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan
dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta meningkatkan kemampuan siswa
sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik dengan
lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. Melihat dari elemen kurikulum
bagian kompetensi, pendidikan harus meliputi; sikap, pengetahuan dan
keterampilan, maka pendidikan di SMA tidak hanya penguatan satu aspek pengetahuan
saja tetapi keterampilan dan sikap harus juga tercapai.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik dengan model
pembelajaran Discovery Learning, Inkuiri, Project
Based Learning (PjBL) maupun Problem
Based Learning (PBL). Project Based
Learning merupakan langkah pembelajaran dengan menganalisis masalah,
merencanakan waktu dan membuat desain proyek, proses membuat, mengevaluasi
meliputi mencoba proyek dan perbaikan serta mengkomunikasikan dalam bentuk
presentasi proyek dan laporan karya tulis. Sehingga melalui PjBL dengan
menghasilkan kreativitas proyek (aspek keterampilan) siswa mampu membangun
teori sendiri melalui literasi (aspek pengetahuan) dengan sikap kolaboratif.
Dengan demikian ketiga aspek pada kompetensi siswa dapat tercapai sekaligus.
Salah satu bentuk pelaksanaan dari
PjBL adalah Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Pembelajaran STEM
dapat mengkolaborasikan empat bidang yaitu sains, teknologi, permesinan dan
matematika dalam satu rangkaian pembelajara. Metode ini telah diterapkan
negara-negara maju diantaranya Amerika Serikat, Jepang, Finlandia, Australia
dan Singapura.
Diharapkan melalui STEM siswa mampu
menganalisis permasalahan yang ada mengaitkan teknologi permesinan dengan sains, membuat rencana baik waktu pelaksanaan maupun
mendesain proyek dengan memperhatikan perhitungan secara matematis. Langkah
selanjutnya siswa mampu membuat proyek, mengujicoba dan perbaikan. Diakhiri
menyusun laporan dalam karya tulis dan mengkomunikasikan. Beberapa penelitian tentang
pembelajaran STEM ternyata siswa mampu meningkatkan penguasaan pengetahuan,
mengaplikasikan pengetahuan di produk teknologi bahkan mampu mencipta karya
teknologi baru dengan keterampilannya.
Pengalaman belajar kerja proyek sangat diperlukan bagi siswa
SMA karena banyak lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi pada
jurusan teknik di sebuah perguruan tinggi maupun politeknik. Metode perkuliahan
di jurusan teknik pada umumnya melalui pendekatan PjBL. Apabila siswa tidak
pernah melakukan kerja proyek saat belajar di SMA maka dapat mengalami
kesulitan dalam perkuliahan. Akan tetapi jika siswa terbiasa melakukan kerja
proyek saat di SMA maka diharapkan akan lancar dalam menempuh mata kuliah di
jurusan teknik. Oleh karena itu penting pada jenjang SMA dilatih bekerja proyek
agar mereka mempunyai pengalaman dan terampil dalam menganalisis masalah,
merencanakan, membuat, mengevaluasi dan mengkomunikasikan hasil kerja proyek.
Berikut tiga contoh
materi fisika yang dapat dilakukan melalui STEM-PjBL yaitu; pertama Listrik Dinamis dengan proyek merangkai
paralel lampu “lombok” dan diseri dengan stater lampu Tube Lamb kemudian dihubungkan ke sumber listrikAC maka nyala lampu
dapat berkedip. Proyek ini untuk memberi
pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik elektro/elektronika. Kedua
Hukum Archimedes dengan proyek membuat prototype
kapal laut dari botol bekas mineral dilengkapi layar. Proyek ini untuk memberi
pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik perkapalan dan Ketiga
Kesetimbangan Benda Tegar dengan membuat prototype
kuda-kuda rumah dari kayu stik es krim untuk menentukan titik berat. Proyek ini
memberi pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik sipil.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan pembelajaran berbasis
proyek (PjBL) melalui STEM sangat bermanfaat bagi siswa SMA. Banyak yang diperoleh
dari pembelajan STEM antara lain untuk jangka pendek memberikan pengalaman
belajar secara langsung pada siswa, artinya siswa melakukan sendiri proses
pembelajaran. Maka dari esensi belajar, siswa
memperoleh pengalaman selama proses belajar dengan mencoba membuat proyek maka
pengalaman belajar siswa tercapai.. Tiga aspek kompetensi pada
kurikulum; aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dapat tercapai sekaligus.
Untuk jangka panjang sebagai bekal siswa pada saat melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi terutama kuliah di jurusan teknik. Oleh karena itu sebaiknya guru
melakukan pembelajaran STEM pada kompetensi dasar yang relevan.
Guru
Fisika SMAN 3 MALANG
waw.fisok@gmail.com
Langganan:
Komentar (Atom)