Sabtu, 24 November 2018

Fenomena Listrik Statis



Diskripsi alat:
mesin terbuat dari logam penghantar listrk berada dalam cungkup gelas hampa udara

Prinsip alat:
Pada saat dihidupkan maka elektron akan mengumpul di bola konduksi. Ketika tangan kita menyentuh cungkup gelas, maka terjadi loncatan elektron dari bola konduksi ke tangan kita. Pada saat elektron loncat sambil memancarkan cahaya.

Jumat, 16 November 2018

PjBL-STEM SMA


Pentingkah Kerja Proyek STEM untuk Siswa SMA?
Wahyu Ari Wijaya

Akhir-akhir ini pembelajaran pendekatan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) banyak dibicarakan di dunia pendidikan dan banyak yang mengklaim bahwa STEM lebih cocok diterapkan di SMK dari pada di SMA. Pendapat ini melihat bahwa siswa SMK berorientasi ke dunia kerja sehingga pembelajarannya mendekatkan materi ke dunia kerja melalui karya proyek. Sedangkan siswa SMA berorientasi melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maka pembelajarannya diutamakan ke materi teori. Aspek keterampilan hanya melakukan percobaan untuk membuktikan sejumlah teori yang dipelajari.
Guna mengkaji STEM di SMA perlu dilihat tujuan pendidikan di SMA yaitu meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. Melihat dari elemen kurikulum bagian kompetensi, pendidikan harus meliputi; sikap, pengetahuan dan keterampilan, maka pendidikan di SMA tidak hanya penguatan satu aspek pengetahuan saja tetapi keterampilan dan sikap harus juga tercapai.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013  melalui pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Discovery Learning, Inkuiri,  Project Based Learning (PjBL) maupun Problem Based Learning (PBL). Project Based Learning merupakan langkah pembelajaran dengan menganalisis masalah, merencanakan waktu dan membuat desain proyek, proses membuat, mengevaluasi meliputi mencoba proyek dan perbaikan serta mengkomunikasikan dalam bentuk presentasi proyek dan laporan karya tulis. Sehingga melalui PjBL dengan menghasilkan kreativitas proyek (aspek keterampilan) siswa mampu membangun teori sendiri melalui literasi (aspek pengetahuan) dengan sikap kolaboratif. Dengan demikian ketiga aspek pada kompetensi siswa dapat tercapai sekaligus.
Salah satu bentuk pelaksanaan dari PjBL adalah Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Pembelajaran STEM dapat mengkolaborasikan empat bidang yaitu sains, teknologi, permesinan dan matematika dalam satu rangkaian pembelajara. Metode ini telah diterapkan negara-negara maju diantaranya Amerika Serikat, Jepang, Finlandia, Australia dan Singapura.
Diharapkan melalui STEM siswa mampu menganalisis permasalahan yang ada mengaitkan teknologi permesinan dengan sains,  membuat rencana baik waktu pelaksanaan maupun mendesain proyek dengan memperhatikan perhitungan secara matematis. Langkah selanjutnya siswa mampu membuat proyek, mengujicoba dan perbaikan. Diakhiri menyusun laporan dalam karya tulis dan mengkomunikasikan. Beberapa penelitian tentang pembelajaran STEM ternyata siswa mampu meningkatkan penguasaan pengetahuan, mengaplikasikan pengetahuan di produk teknologi bahkan mampu mencipta karya teknologi baru dengan keterampilannya.
Pengalaman belajar kerja proyek sangat diperlukan bagi siswa SMA karena banyak lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi pada jurusan teknik di sebuah perguruan tinggi maupun politeknik. Metode perkuliahan di jurusan teknik pada umumnya melalui pendekatan PjBL. Apabila siswa tidak pernah melakukan kerja proyek saat belajar di SMA maka dapat mengalami kesulitan dalam perkuliahan. Akan tetapi jika siswa terbiasa melakukan kerja proyek saat di SMA maka diharapkan akan lancar dalam menempuh mata kuliah di jurusan teknik. Oleh karena itu penting pada jenjang SMA dilatih bekerja proyek agar mereka mempunyai pengalaman dan terampil dalam menganalisis masalah, merencanakan, membuat, mengevaluasi dan mengkomunikasikan hasil kerja proyek.
Berikut tiga  contoh materi fisika yang dapat dilakukan melalui STEM-PjBL yaitu;  pertama Listrik Dinamis dengan proyek merangkai paralel lampu “lombok” dan diseri dengan stater lampu Tube Lamb kemudian dihubungkan ke sumber listrikAC maka nyala lampu dapat berkedip.  Proyek ini untuk memberi pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik elektro/elektronika. Kedua Hukum Archimedes dengan proyek membuat prototype kapal laut dari botol bekas mineral dilengkapi layar. Proyek ini untuk memberi pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik perkapalan dan Ketiga Kesetimbangan Benda Tegar dengan membuat prototype kuda-kuda rumah dari kayu stik es krim untuk menentukan titik berat. Proyek ini memberi pengalaman belajar siswa yang akan melanjutkan ke teknik sipil.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) melalui STEM sangat bermanfaat bagi siswa SMA. Banyak yang diperoleh dari pembelajan STEM antara lain untuk jangka pendek memberikan pengalaman belajar secara langsung pada siswa, artinya siswa melakukan sendiri proses pembelajaran. Maka dari esensi belajar, siswa memperoleh pengalaman selama proses belajar dengan mencoba membuat proyek maka pengalaman belajar siswa tercapai.. Tiga aspek kompetensi pada kurikulum; aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dapat tercapai sekaligus. Untuk jangka panjang sebagai bekal siswa pada saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi terutama kuliah di jurusan teknik. Oleh karena itu sebaiknya guru melakukan pembelajaran STEM pada kompetensi dasar yang relevan.


Guru Fisika SMAN 3 MALANG
waw.fisok@gmail.com